Inilah Kylian Mbappé, Henry Baru

Kylian Mbappé melesakan gol ke gawang Willy Caballero di babak pertama, skor menjadi 1-2 untuk tim tamu AS Monaco. Meski first leg 16 besar Liga Champions (22 Februari) itu pada akhirnya dimenangkan si empunya Stadion Etihad, Manchester City dengan skor 5-3, aksi Mbappé tetap mendapat sorotan tersendiri, apalagi dia masih terhitung anak bau kencur, 18 tahun.

Kecepatan lah salah satu senjata pemain bernama lengkap Kylian Mbappé Lottin ini. Pada laga versus Manchester City itu dia mencetak gol, setelah menerima sodoran bola panjang dari tengah dan mengungguli sprint duet bek mahal Manchester City, John Stones-Nicolas Otamendi yang kalah cepat. Mbappé pun mencetak gol pada leg kedua yang berakhir denagn skor 3-1 untuk kemenangan Monaco.

Mbappé adalah fenomena terkini dari sepakbola Perancis. Dia memulai debut di Les Monéguesqes, julukan AS Monaco, pada laga Ligue 1 antara Monaco melawan Caen, 2 Desember 2015. Otomatis dia jadi pemain termuda AS Monaco yang tampil di pertandingan profesional dalam usia 16 tahun 347 hari, unggul dari legenda Perancis Thierry “Titi” Henry yang memulai debut senior di Monaco pada usia 17 tahun 14 hari.

Dia juga memecahkan rekor lain Henry dengan menjadi pencetak gol termuda AS Monaco ketika menyumbangkan satu gol melawan Troyes pada musim 2015-2016, saat itu Mbappé masih berumur 17 tahun 25 hari. Henry sendiri baru mencetak gol profesional pertamanya pada pertandingan versus Lens 1995 ketika usianya sudah 17 tahun 245 hari.

Belum cukup, pemain yang lahir di Bondy, wilayah dekat Paris pada tanggal 20 Desember 1998 ini, juga mencuri perhatian berkat mencetak hat-trick pertamanya pada laga 16 besar Coupe de Ligue saat melawan Rennes. Laga pada 14 Desember 2016 itu berakhir manis 7-0 untuk Monaco. Dia adalah kreator hat-trick termuda AS Monaco dalam sejarah dan pemain pertama yang mencetak tiga gol dalam satu laga untuk AS Monaco, sejak terkahir kali hal itu dilakukan Sonny Anderson, tahun 1997.

Masih kurang, Mbappé kembali mencetak trigol kedua sepanjang karirnya ketika Monaco menjamu Metz di Stade Louis II dalam lanjutan Liga Perancis. Pertandingan yang digelar pada 11 Februari 2017 ini menjadi saksi calon striker hebat dunia itu menunjukkan kebolehannya. Selain mencetak tiga gol, dia juga bikin 1 asssit di laga tersebut. Situs Whoscored.com pun memberi memberi nilai 10 untuk penampilan fantastisnya di laga tersebut. Kylian Mbappé pun kini sudah masuk skuad senior Perancis.

Munculnya talenta brilian Kylian Mbappé buat raksasa Spanyol, Real Madrid kepincut. Banyak media merumorkan Madrid sudah melakukan pendekatan dan akan merekrut dia pada akhir musim nanti. Hal ini mengingatkan kita pada usaha El Real dahulu ketika akan mencomot striker muda AS Monaco pada 1996, siapa lagi kalau itu bukan Thierry Henry.

Namun upaya Real Madrid kala itu gagal, mereka mencoba jalin perjanjian pra-kontrak dengan Henry, yang waktu itu dia belum mendapat kontrak profesional karena belum berusia 18 tahun. Henry tetap di Monaco, karena ternyata Madrid mendekati Henry justru melalui agen pemain yang belum resmi terdaftar di FIFA, sehingga perjanjian tersebut batal.

Kembali ke Mbappé, jika mampu menjaga kestabilan performa bukan tidak mungkin kedepannya dia benar-benar menjadi Henry baru. Asal berada ditangan yang tepat dan menemukan tempat yang sesuai, Mbappé akan melesat tajam. Sewajarnya pengalaman Henry berikut ini bisa dijadikan referensi berharga bagi dirinya.

Dulu ketika sedang menanjak bersama Monaco dan tim senior Perancis, Henry menerima pinangan Juventus pada 1999. Tapi sayangnya, Henry gagal bersinar karena tidak mampu menghadapi betapa ketat dan disiplinya bek-bek di Italia. Karakter permainan Henry yang stylish justru buatnya tidak mampu berbuat banyak di negeri sepakbola Catenaccio itu.

Malahan mantan pasangan duetnya di Monaco, David Trezeguet yang lebih cocok dalam skema Juventus dan gaya sepakbola Italia. Tidak lain dan tidak bukan, Trezeguet adalah tipe striker penunggu yang oportunistik di depan gawang, seperti gaya striker Italia pada umumya kala itu macam Inzaghi atau Vieri. Adapun Trezeguet baru pindah ke Juve pada 2000, untuk menggantikan Henry yang pergi ke Arsenal pada 1999.

Henry yang gagal di Juve lalu bereuni dengan orang yang telah mengorbitkannya di AS Monaco, Arsene Wenger, namun kali ini di klub Inggris, Arsenal. Henry yang sebelum-sebelumnya adalah winger, oleh Arsene Wenger digeser menjadi penyerang tengah ketika di Arsenal.

Pergeseran posisi itu berbuah sejarah dalam dunia sepakbola, khususnya bagi Premier League dan timnas Les Blues karena Henry bertransformasi jadi striker tajam haus gol. Henry pun hingga kini dikenal sebagai salah satu striker tajam dan salah satu yang terhebat di dunia (catatan 360 gol di semua klub yang pernah ia singgahi) beserta deretan trofi yang ia raih semasa bermain.

Jika ingin menjadi bintang hebat di masa depan, Kylian Mbappé wajib belajar pula dari karir Thierry Henry. Jangan sampai salah pilih klub kedepannya, karena itu sangat vital bagi jalan masa depan pemain yang bersangkutan itu sendiri. Dan juga harus berada di bawah asuhan pelatih yang tepat.

Untung saja, Mbappé kini ditangani pelatih asal Portugal, Leonardo Jardim. Orang ini memang doyan pakai tenaga muda dalam skuadnya. Lihat saja, musim ini pun Monaco pun dipenuhi bakat-bakat muda macam Bernardo Silva, Fabinho, Djibril Sidibé, Benjamin Mendy, Gabriel Boschilla atau Jemerson.

Melejitnya Mbappé juga seolah pertanda, bahwa Monaco memang pintar memoles striker muda. Selain Henry atau Trezeguet, ada pula nama-nama besar seperti George Weah, Ludovic Giuly, Jeremy Menez, dan juga Anthony Martial yang mempesona setelah bergabung dengan Monaco.

Beberapa waktu lalu tidak lupa Arsene Wenger, orang yang menyulap Henry hingga jadi “orang besar”, juga menyampaikan sesuatu perihal Mbappé. Katanya “Dia mirip seperti Henry, punya talenta besar, bermain di Monaco juga seperti Henry” kata bos The Gunners itu, dikutip dari express.co.uk terbitan 3 Februari 2017. Sanjungan yang berakhir dengan pindahnya Mbappé ke Arsenal? Mari kita tunggu.

Dengan karir melesat sejak muda bersama AS Monaco dan memecahkan rekor-rekor Thierry Henry, Mbappé kini dianggap akan menjadi titisannya Henry dimasa depan. Hal lain yang membuat dia layak dinarasikan bagai titisan Henry, tidak lain karena dia tidak hanya bisa bermain di satu posisi. Kalau Henry mahir bermain sebagai winger kiri dan striker tengah, Mbappé malahan lebih baik karena bisa mengisi semua pos lini depan.

Terakhir, Thierry Henry sendiri mengakui bakat yang ada pada memang Mbappé begitu besar. Lalu Mbappé perlu belajar dari pengalaman yang terjadi pada Henry, jangan sampai salah pilih klub dan harus berada dibawah naungan pelatih yang tepat, agar peristiwa seperti Henry yang Juventus tidak terulang. Dan kini waktu pun akan menjawab, apakah Mbappé akan bersinar terang seperti Thierry Henry sediakala.

Sumber foto: metro.co.uk

*Statistik angka dari Opta

Advertisements
Image

Menjadi Pelatih Bola? Mudah.

Bagi yang benar-benar suka dengan sepakbola, pastilah tau game bernama Football Manager. Dalam permainan virtual yang umumnya di PC ini, anda akan merasakan sensasi seakan-akan anda menjadi pelatih sepakbola sesungguhnya. Ya, dalam game yang dikembangkan oleh SEGA ini anda tidak hanya mengurusi taktik bermain atau menggonta-ganti pemain saja.

Lebih dari itu anda bisa melakukan transfer pemain, mengembangkan pemain akademi, dan merekut staf kepelatihan termasuk fisioterapi, juga mengontrak scout (pemandu bakat) pun bisa anda lakukan sendiri. Masih kurang?

Anda bisa juga berkomunikasi dengan manajemen klub perihal meminta budget transfer dinaikkan, mengubah pola perekrutan pemain junior, sampai mengajukan renovasi dan bahkan membuat stadion baru! Anda benar-benar menjadi super manager di Football Manager.

Football Manager memang memuaskan hasrat, terutama bagi seseorang yang ingin merasakan menjadi manajer di sebuah klub, apalagi anda bisa melatih klub besar secara langsung dari awal ketika memulai game ini.

Menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menentukan strategi permainan, memonitor player’s development, atau memantau harga pemain yang diincar rasanya tetap senang-senang saja.

Tetapi lebih menyenangkan lagi apabila kita memulai dengan berjuang menggunakan klub kecil dan mampu membawa klub itu juara dimana-mana, kepuasan dan kebanggan sudah pasti bercampur jadi satu.

Dalam FM, interaksi dibuat seperti kenyataan. Terdapatnya emosi-emosi yang berbeda tiap individu akan menentukan keberlangsungan permainan, ketika itu terjadi interaksi antar pelatih dengan pemain, dengan agen, dengan sesama pelatih ataupun dengan manajemen. Game ini begitu realistis menampilkan hal-hal yang seperti pada kenyataan. Segalanya yang anda inginkan sebagai pelatih sepakbola ada di dalam game Football Manager atau yang biasa disebut dengan FM ini.

Meski sudah dibuat senyata mungkin seperti kenyataan, pada akhirnya yang namanya permainan tetap saja permainan, bukan kenyataan. Menjadi pelatih sesungguhnya itu tidak semudah yang dilakukan di FM. Tekanan yang dirasakan pasti berbeda, interaksi yang terjadi antar elemen dalam sepakbola juga berbeda.

Menghadapi pemain dalam kenyataan tentu berbeda dari sekedar permainan. Persiapan dan intensitas dalam latihan juga berbeda jauh antara game dan kenyataan. Menjadi pelatih betulan, kita belum tentu bisa meminta ini itu segampang seperti di FM.

Berarti kesimpulannya, menjadi pelatih bola itu sangat mudah, tetapi dalam game. Sedangkan pada kenyataan, menjadi pelatih itu gampang-gampang susah atau mungkin lebih banyak susahnya daripada yang mudah-mudah.

Football Manager
Kini semua orang bisa jadi “pelatih”, bahkan “manajer”.

Di sisi lain ketika kita berbicara game, maka tidak lupa pula bahwa game itu mudah dimanipulasi alias bisa dimainkan dengan cara yang tidak fair. Dalam FM, pasti semua sudah tau ketika akan menjalani pertandingan kita akan save dulu. Jika menang kita lanjutkan game, dan jika imbang apalagi kalah, kadang-kadang kita loading ulang kan?

Nah, hal inilah yang tidak mungkin dalam kejadian nyata dunia kepelatihan yang memang riil. Satu pertandingan bisa sangat krusial dalam dunia nyata, sementara dalam permainan PC hal ini bisa diutak-atik untuk memperoleh hasil yang diinginkan.

Menjadi pelatih sesungguhnya itu tidak semudah dalam permainan seperti FM. Namun setidaknya game ini bisa menjadi pelepas dahaga bagi orang yang sangat ingin merasakan sensasi “memberi instruksi” bagi para pemain dari pinggir lapangan. Meski itu hanya dari dimensi virtual game, yang bernama Football Manager.

Foto: CNN.com dan Football Manager