Apakah Anda Gila, Mister Presiden?

Setiap klub pasti menginginkan dilatih oleh orang yang tepat. Yang dimaksud tepat adalah pelatih yang bisa membawa klub itu mencapai target yang diinginkan oleh klub. Maka sebuah kewajaran apabila pelatih gagal memenuhi keinginan klub apalagi berselisih paham dengan manajemen, maka dia akan diberhentikan.

Untuk urusan ini, banyak klub yang terkenal akan pemberhentian atau biasa disebut pemecatan pelatih. Klub seperti Real Madrid, Chelsea, Manchester City, Inter, dan AC Milan sering berganti pelatih dalam kurun 10 tahun terakhir.

Klub-klub besar seakan mendominasi “tren” pemecatan pelatih yang dianggap gagal. Tetapi pada fakta sebenarnya bukan hanya klub besar, klub-klub kecil atau semenjana juga sering gonta-ganti pelatih. Untuk klub kecil, biasanya mereka berganti pelatih karena tidak bisa menghindarkan mereka dari zona degradasi, selain juga konflik dengan manajemen klub.

Kabar berita pemecatan pelatih klub medikoer seperti ini relatif tidak seheboh dengan apa yang terjadi di klub besar. Maka wajar saja kabar pemecatan tersebut tidak terlalu menjadi perhatian utama bagi publik pecinta sepakbola. Namun tetap ada saja sensasi jika kita cermati seksama dalam dua tahun belakangan, pelakunya adalah klub Serie A, Palermo.

Klub asal pulau Sisilia, di wilayah selatan Italia ini sangat gemar memecat pelatih akhir-akhir ini. Aktor dibalik ini tentu saja sosok super kontroversial, Maurizio Zamparini. Sosok “gila” sebagai preseiden klub Palermo ini lah yang memegang kendali utama roda kebijakan klub berjuluk Rosaneri itu.

Maurizio Zamparini, berlatar belakang sebagai pebisnis di berbagai bidang dengan bisnis retail supermarket, Emmezata yang menjadi andalan pria asal provinsi Udine ini. Sukses menjadi pebisnis, Zamparini masuk ke dunia sepakbola pada 1987 dengan membeli klub dari kota air, Venezia. Saat itu Venezia hampir bangkut dan berada di Serie C, lalu meski lama, Venezia berhasil promosi ke Serie A musim 1998-1999.

Kecewa lantaran keinginannya merenovasi stadion Pierluigi Penzo ditolak pemerintah lokal, Zamparini menjual Venezia dan lalu membeli Palermo pada tahun 2002. Dibawah komando presiden Zamparini, Palermo melakukan evolusi dalam tubuhnya. Pada saat Zamparini datang, Palermo masih berkubang di Serie B.

Hanya butuh dua tahun bagi Rosaneri komando Zamparini untuk kembali ke Serie A pada 2004/2005. Mereka kembali ke kasta tertinggi pertama kali sejak 1973 sebagai juara Serie B musim 2003/2004. Zamparini jelas sangat berjasa dan tentu nama Zamparini sangat dicintai oleh publik Palermo berkat uluran tangannya memoles Palermo hingga kini.

Meski jasa Zamparini banyak, dia juga termasuk orang kontroversial apalagi jika berurusan dengan pelatih. Zamparini mungkin disebut sebagai presiden klub yang paling tega memecat pelatih di dunia ini. Selama menjabat sebagai pemilik sekaligus presiden Palermo, sudah banyak nama yang keluar masuk stadion Renzo Barbera sebagai pelatih.

Selama dipimpin Zamparini, total 29 nama pelatih (termasuk yang bolak-balik ditunjuk pelatih) yang pernah menangani Palermo hanya sejak 2002 hingga 2016! Angka itu lebih banyak dari jumlah musim Palermo dibawah kepemilikan Zamparini sejak awal hingga kini. Dua puluh sembilan nama pelatih berbeda selama 14 tahun terkahir, menunjukkan betapa entengnya palu pemecatan dari Zamparini dilayangkan kepada pelatih-pelatih Palermo tersebut.

Pelatih pertama yang pergi pada zaman Zamparini adalah Roberto Pruzzo. Legenda AS Roma ini bahkan hanya bertahan lima hari di Palermo. Setelah itu hilir mudik pelatih masuk dan dipecat seringkali terjadi di Palermo. Bahkan Francesco Guidolin, yang membawa Palermo naik ke Serie A 2004 juga tidak bisa mengelak dari pemecatan Zamparini.

Musim pemecatan pelatih paling parah terjadi di musim 2015/2016 lalu. Total ada delapan pergantian pelatih pada musim tersebut, gila? Namun hal itu biasa saja bagi orang anti mainstream seperti Zamparini. Di musim lalu, Palermo mengawali kompetisi dibawah pelatih Giuseppe Iachini, namun didepak pada November 2015 karena konflik dengan Zamparini.

Davide Ballardini masuk sebagai pengganti, namun performa Palermo justru merosot hingga Ballardini juga didepak pada Januari 2016. Tugas Ballardini untuk sementara dilanjutkan oleh pelatih teknik, Fabio Viviani. Dia akan menjadi caretaker guna mengisi kekosongan pelatih, sembari Palermo mencari pelatih yang baru.

Disinilah kontroversi kembali muncul. Untuk menggantikan Ballardini, Zamparini tunjuk mantan pemain timnas Argentina, Guillermo Barros Schelotto guna menjadi arsitek tim yang baru. Tetapi ternyata, Barros Schelotto dicekal oleh untuk melatih di Italia. Alasan UEFA, karena lisensi kepelatihan Barros Schelotto belum memenuhi kualifikasi untuk menjadi pelatih profesional di liga-liga Eropa semacam Serie A.

Tak kehilangan akal, Palermo menyiasati ini dengan mengembalikan Viviani (yang bertahan tidak sampai 2 minggu) ke posisi staf teknik dan menunjuk Giovanni Tedesco sebagai pelatih. Tedesco mempunyai lisensi UEFA, jadi dia bisa melatih tim Serie A. Barros Schelotto akan menjadi pelatih sesungguhnya meski “dari tribun” penonton.

Sedangkan Tedesco yang akan berada di area teknik pinggir lapangan, tapi sebagai pelatih formalitas saja. Hal ini dilakukan sambil menunggu upaya Palermo untuk mengurus perizinan Schelotto di birokrasi sepakbola Eropa yang memang sedikit banyak memakan waktu.

Lisensi ditolak UEFA, Barros Schelotto pun mengundurkan diri sebagai “pelatih” Palermo. Hal sama juga terjadi pada Giovanni Tedesco, namun kemudian dia ditarik ke posisi staf teknik Palermo. Barros Schelotto secara de facto melatih Palermo sejak 11 Januari hingga 10 Februari 2016. Begitu juga Tedesco yang secara de jure tercatat “melatih” Palermo pada saat yang sama. Entah kenapa bisa serumit ini manajemen Palermo dalam menunjuk pelatih.

Setelah kasus Schelotto, Zamparini menunjuk Giovanni Bosi, pelatih tim junior atau Primavera untuk menjadi pelatih tim inti. Tetapi dia hanya bertahan “satu laga” dan langsung dipecat setelahnya. Kekacauan Palermo masih berlanjut, Giuseppe Iachini yang kembali dengan menggantikan Bosi juga dipecat pada bulan Maret, hanya bertahan satu bulan.

Iachini digantikan Walter Novellino, namun hasil yang buruk kembali membuat Zamparini marah dan memecat Novellino pada April. Palermo kembali menunjuk mantan pelatihnya, Davide Ballardini senagai allenatore baru. Dia sukses mengamankan Palermo dari jeratan degradasi ke Serie B. Ballardini tetap melatih Palermo diawal 2016/217

Memasuki musim baru 2016/2017, ternyata Ballardini kembali dipecat. Penyebab dia dipecat adalah konflik dengan manajemen, terutama dengan Zamparini yang memang dimana sang patron ingin pelatih tunduk padanya. September 2016 setelah Ballardini pergi, Palermo menunjuk pelatih muda, Roberto De Zerbi sebagai nahkoda baru.

Namun lagi-lagi sumbu pendek Zamparini memakan korban. De Zerbi, yang semasa dulu pernah bermain di Napoli ini dipecat bulan November lalu. Hasil buruk menjadi preferensi kenapa De Zerbi dipecat dan diganti oleh Eugenio Corini. Corini menjadi orang ke 29 atau pelatih ke 38 kalinya semenjak Zamparini berkuasa di Palermo.

Apa yang dilakukan oleh Zamparini pantas disebut gila. Temperamen dalam diri Zamparini ikut berpengaruh dalam pengambilan keputusan klub, dan parahnya Palermo yang terkena imbas. Sebuah tim jadi tidak stabil dan terlebih psikologis pemain sedikit banyak terganggu akibat dari seringnya pelatih berganti.

Mister Zampa bahkan diberi julukan mangiallenatori atau pemakan pelatih oleh media di Italia. Julukan tersebut diberikan karena ulahnya yang sangat sering memecat pelatih jika tidak puas dengan hasil pertandingan atau tidak tunduk pada dirinya. Meski begitu beberapa pelatih seperti tidak kapok menjadi pelatih Palermo, walau pernah juga pada masa lalunya dipecat oleh Zamparini.

Francesco Guidolin, Giuseppe Iachini, Davide Ballardini, Delio Rossi, atau Stefano Colantuono mereka adalah contoh orang-orang yang pernah di-PHK oleh Zamparini, namun juga tidak kapok untuk melatih Palermo lagi. Guidolin bahkan empat kali merasakan pemecatan ala Zamparini.

Punya nama besar juga tidak berarti disegani oleh Zamparini. Legenda AC Milan dan Italia, Gennaro Gattuso yang memulai karir kepelatihan di Italia pertama kali dengan melatih Palermo, juga tidak bisa mengelak dari pemecatan oleh Zamparini. Gatusso bahkan tidak melatih hingga 2 bulan di Palermo.

Meski berada ditangan orang yang mudah naik pitam layaknya Zamparini, Palermo pernah beberapa kali menjadi perbincangan dari sisi “positif”. La Rosa pernah menyodok hingga ke zona Eropa, meski hanya Europa League. Selain itu dibawah Zamparini, Palermo beberapa kali sukses memoles pemain muda jadi pemain bintang.

Mulai dari pemain yang pernah memperkuat timnas Italia seperti Andrea Barzagli, Marco Amelia, Antonio Nocerino, Federico Balzaretti, Carvalho Amauri, Salvatore Sirigu hingga Franco Vazquez. Selain Italia, ada pemain timnas negara lain seperti Edinson Cavani (Uruguay), Simon Kjaer (Denmark), lalu dua pemain Argentina; Javier Pastore dan Paulo Dybala.

Palermo juga terkenal karena kepintaran mereka menemukan penyerang berpotensi besar, meski dari zona antah berantah yang jarang terekspos. Edinson Cavani (Danubio), Javier Pastore (Huracan), Franco Vazquez (Belgrano) dan Paulo Dybala dari Instituto Cordoba. Musim ini hal itu berlanjut dengan sosok Ilija Nestorovski, striker Makedonia yang dibeli dari klub Kroasia, Inter Zapresic.

Zamparini, sosok nomor satu di tubuh Palermo yang memang sangat temperamental, namun begitulah sepakbola. Dengan adanya karakter super unik layaknya Maurizio Zamparini maka sepakbola semakin menarik untuk dibicarakan, terutama sepakbola Italia. Tinggal kita tunggu saja Palermo hingga akhir musim ini, mau memecat berapa pelatih lagi, Pak Presiden?

Foto: calcio.web.eu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s